By fian

Berhenti

Menarik untuk sesekali berhenti, di tengah derasnya irama hidup di kota metropolitan.
Untuk sekedar mengingat-ingat kejadian lampau.
Untuk melihat sampai dimana perjalanan hidup kita.
Atau untuk sekedar beristirahat dari gemulai tarian kehidupan yang tak pernah berhenti.
Ya tidak pernah berhenti.
Pusaran yang tak membiarkan jiwa lepas darinya, bahkan saat lelap manyergap

Ya menarik untuk sesekali berhenti.
Sejenak memperhatikan kini,
Menggapai kesadaran diri, secara sadar.
Merasakan, melihat dan mendengar semuanya dengan sengaja
Menegaskan makna hidup, atau menemukan arti baru

Maka memang menarik untuk sesekali berhenti.
Untuk melihat dimana kita,
diantara titik awal keberangkatan dan titik persinggahan yang sudah ditetapkan
Untuk mulai menetapkan tujuan….atau menata ulangnya

Menarik untuk sesekali berhenti,
sebelum hidup menghentikan kita pada suatu titik tujuan yang tidak kita tuju……

(25 Maret 2010)

 

Baru

Entah kemana, getar-getar itu,
…..bersembunyi di masa lalu
Tak kurasakan di keindahan kini
Apakah getar-getar itu, serupa komposisi
Rangkai nada demi nada
Coretan warna demi warna
Sengaja
Upaya
Kembali….
(27September2010)
Entah
Dua kutub, bahkan tiga…
Menarik inginku
yang entah apa
atau mana
Dua kutub, bahkan tiga
menarik kesadaranku
tentang inginku
yang entah apa
Dua kutub, bahkan tiga
tidak mampu
menarikku
dari ramai yang senyap
dari sepi yang menghunjam renyah
Dua kutub, atau mungkin satu
hanya mengombang-ambingku
pada suatu ingin
yang entah apa
atau mana….
(Rasuna, 29 November 2010)

0 Responses to “Self”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.