Archive for the 'motivation article' Category

05
Apr
10

Today is the Best Day of My Life

Today is the beginning of my new life

I am starting over today

All good things are coming to me today

I am grateful to be alive

I see beauty all around me

I live with passion and purpose

I take time to laugh and play every day

I am awake, energized and alive

I focus on all good things in life

And give thanks for them

I am at peace and one with everything

I feel the love, the joy, the abundance

I am free to be myself

I am magnificence in human form

I am the perfection of life

I am grateful to be…

Me

Today is the best day of my life

Itu kata kata indah yang ada dalam video klip singkat berdurasi dua setengah menit dengan judul yang sama dengan judul tulisan ini. Saya mendapatkannya dari The Secret (www.thesecret.com). Klip yang sangat menarik, terkait dengan Law of Attraction. Dikombinasikan dengan gambar-gambar indah, kalimat-kalimat tadi mengajak kita untuk bersyukur. Mensyukuri apa yang ada sekarang ini.

Intepretasi saya mengenai Law of Attraction, adalah bahwa dengan mensyukuri apa yang ada sekarang, apa yang sudah kita miliki, ini akan menarik keberlimpahan di alam ini, sesuai dengan keinginan kita. Kalimat-kalimat diatas, selain sebagai afirmasi, pengumpan ke subconscious mind kita tentang hal-hal yang secara umum kita inginkan, juga mengajarkan cara-cara praktis untuk kita bisa bersyukur. Bahwa kita tentu ingin agar hal-hal baiklah yang akan mendatangi kita di hari-hari yang kita jalani ini. kita diajak untuk meminta agar hal terjadi. Mintalah, maka akan Kuberi.

Kemudian selebihnya adalah ajakan untuk bersyukur. Sekeliling kita, ini adalah anugerah dari Allah. Namun saking banyaknya anugerah Allah tersebut, maka kemudian kita menganggap hal itu rutin. Kita sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, sehingga seringkali alpa untuk mensyukurinya. Menganggap hal tersebut sudah selayaknya “ada”. Udara yang kita hirup, kesehatan, keluarga, teman-teman, pekerjaan, pengetahuan dan lain sebagainya. Sudahkah kita mensyukurinya secara layak?

Sebaliknya jika kita menjumpai hal-hal yang berlawanan dengan keinginan kita, serta merta kita menuduh Tuhan atau dunia ini tidak adil. Macet, sakit, penghasilan kurang, lingkungan yang tidak mensuport, dan lain-lain. Kemudian kita berkeluh kesah.Sangat disayangkan, dengan demikian kita lebih kerap berfokus pada hal-hal yang tidak kita inginkan tersebut.

Kalimat-kalimat diatas mengajak kita untuk fokus pada hal-hal baik. Hal-hal yang kita inginkan. Sekaligus mengingatkan kepada kita untuk mensyukurinya. Fokus pada hal-hal tadi, membuat kita menyadari bahwa banyak sekali hal-hal di dunia ini yang indah, baik, menyenangkan. Ini seharusnya mempermudah kita untuk bersyukur, yang pada gilirannya akan lebih menarik keberlimpahan di alam semesta ini.

Today is the best day of my life.

Frasa yang luar biasa. Mantra yang menakjubkan. Kalimat tersebut menyatakan bahwa Hari ini adalah hari terbaikku. Selain bersifat afirmatif, kalimat tersebut menyiratkan hal lain yaitu bahwa hari ini akan dan harus lebih baik dari hari sebelumnya. Demikian pula esok hari harus lebih baik lagi. Kalimat yang luar biasa untuk ditanamkan di subsconscious kita. Selain untuk disyukuri, tapi juga agar diupayakan untuk lebih baik lagi dan lagi. Bukankah kita akan masuk ke golongan orang orang yang beruntung, jika hari ini lebih baik dari hari sebelumnya. Sedangkan jika hari ini tidak lebih baik dari hari sebelumnya, maka kita masuk pada golongan yang merugi. Apalagi jika hari ini lebih buruk dari hari sebelumnya, maka kita masuk pada golongan orang-orang yang bangkrut!

Maka setiap pagi, saat bangun dari tidur, saat memulai hari yang baik ini, fikirkanlah, ucapkanlah mantra “Today is the best day of my llife“. Hari ini adalah hari terbaikku. Kemudian resapkanlah dengan seluruh panca indra anda. Bayangkan, dengarkan, rasakan dengan “sepenuh hati”. Itu akan memunculkan perasaan berkelimpahan untuk disyukuri, yang pada gilirannya akan menarik hal-hal baik, keberlimpahan dari alam semesta. Dari Allah SWT.

07
Aug
09

Kedamaian Hati di Tempat Kerja

Diterjemahkan dari tulisan Remez Sasson

Pekerjaan menyatukan orang dengan berbagai karakter dan perilaku, dan ini sering menyebabkan friksi, ketegangan dan stres. Kadang-kadang bos terlalu menuntut, kolega mungkin tak enak, pekerjaan terlalu banyak atau kondisi kerja yang mungkin tidak nyaman. Pekerjaan yang membosankan, persaingan atau kecemburuan diantara pekerja atau pelanggan yang mungkin tidak ramah. Hal tersebut tentu menimbulkan ketegangan dan stres.

Ini adalah beberapa alasan mengapa kebanyakan orang dgn tidak sabar menunggu untuk berlibur. Liburan memberikan mereka cara untuk keluar dari kehidupan sehari-hari mereka dan mendapatkan kedamaian. Berita baiknya adalah bahwa Anda tidak perlu menunggu untuk berlibur. Anda bisa belajar untuk mendapatkan ketenangan batin dan menikmatinya setiap saat, tepat di mana Anda berada. Anda dapat menghentikan kekhawatiran dan ketegangan. Anda dapat merasakan ketenangan pikiran dan kebahagiaan di manapun Anda berada. Ketika pikiran Anda damai, seluruh lingkungan menjadi damai.
Anda mungkin bertanya-tanya apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat ini menjadi kenyataan. Saya tidak akan berbicara tentang meditasi di sini, meskipun ini adalah salah satu alat yang terbaik untuk mendapatkan ketenangan. Di bawah ini Anda akan menemukan beberapa tips dan saran sederhana dan mudah untuk dilaksanakan untuk mendapatkan kedamaian hati di tempat kerja.

Anda mungkin tidak berhasil pada upaya pertama, tapi jika Anda terus melakukan saran ini betul-betul, Anda akan secara bertahap mulai mengalami ketenangan pikiran. Kedamaian ini tidak hanya di dalam hati Anda, namun akan juga mempengaruhi seluruh lingkungan Anda.

1) Jika orang yang anda jumpai berbicara dengan suara keras, tidak sopan dan tegang, Anda mungkin akan bereaksi dan berperilaku yang sesuai, dan membuat suasana semakin tegang. Di sisi lain, jika Anda tetap tenang, berbicara, bertindak dan bereaksi tenang, tanpa disadari orang akan meniru perilaku anda. Anda menjadi pemimpin yang berkuasa, tidak peduli apa posisi Anda di tempat kerja.

2)Setiap hari sebelum Anda masuk kerja, ulangi beberapa kalimat berikut dengan penuh perasaan, kepercayaan dan perhatian: “Pikiran saya damai sepanjang hari. Saya memancarkan kedamaian ke sekitar saya. Saya akan berbicara damai, sopan dan dengan tersenyum. Saya memilih untuk bertindak damai”.

3)Menyapa orang-orang yang bertemu di tempat kerja.

4) Bila Anda merasa tegang dan kemarahan muncul di dalam hati anda, tarik nafas dalam-dalam sebanyak 3 kali secara perlahan sebelum berbicara atau mengambil tindakan.

 5) Perhatikan kata-kata yang anda pikirkan, ucapkan,  atau tuliskan. Gunakan hanya kata-kata positif.

6)Bersikaplah sopan.

7) Bila Anda menyadari volume suara anda meningkat, segera turunkan.

8)Bicara dengan nada suara yang medium. Tidak terlalu keras atau terlalu rendah, dan tidak membiarkan nada atau volume suara orang lain mempengaruhi Anda.

9) Beberapa kali selama jam kerja, temukan tempat yang tenang. Bisa di meja Anda, atau jika tidak cukup tenang, dapat di kamar mandi, kamar yang kosong atau beberapa tempat lainnya yang tenang. Untuk beberapa saat visualisasikan lokasi yang Anda sukai atau beberapa peristiwa yang membuat Anda senang. Rasakan seolah-olah anda berada di sana dan nikmati perasaan yang timbul.

10)Saat bekerja, konsentrasilah pada apa yang anda lakukan, dan beri perhatian penuh. Ini akan menghindarkan fikiran anda dari hal-hal yang mengganggu.

11) Jangan buang waktu dan energi anda untuk menganalisis dan memikirkan motif dan perilaku orang lain, tetapi cobalah untuk meningkatkan kualitas tindakan anda.

12) Sebelum berbicara dengan seseorang yang anda benci atau takuti, atau seseorang yang membuat Anda merasa tegang atau marah, ambil beberapa kali nafas dalam dan visualisasikan anda berdua bercakap secara damai dan harmonis.

© Copyright Remez Sasson

Remez Sasson mengajar dan menulis tentang berpikir positif, visualisasi kreatif, motivasi, self improvement, ketenangan pikiran, pertumbuhan rohani dan meditasi. Dia adalah pengarang dari beberapa buku, di antaranya “Peace of mind in Daily Life”, “Will Power and Self Discipline”, “Visualize and Achieve” dan “Affirmations-Words of Power”.

Kunjungi website nya dan temukan artikel dan buku-buku yang penuh dengan inspirasi, motivasi dan nasihat dan bimbingan praktis.

Website: http://www.SuccessConsciousness.com

Books: http://www.successconsciousness.com/ebooks_and_books.htm

10
Jun
09

Sukses Dengan Mencontek

Nggak salah tuh? Selama ini kan kegiatan tersebut haram hukumnya dalam proses pengembangan diri (baca: pendidikan). Sejak kecil kita diajarkan untuk berbuat jujur, tidak mencontek. Lah kok ini mencontek dianjurkan sebagai upaya kita untuk sukses? Jangan salah paham dulu, baca lebih lanjut.

Pada kenyataannya proses tumbuh kembang kita sejak kecil tidak jauh dari kegiatan “mencontek” atau meniru. Coba perhatikan proses perkembangan bayi. Sejak bisa melihat, mendengar, bergerak, berjalan, yang dilakukan adalah mengikuti instiknya dengan meniru sekitarnya: orang tua dan yang lainnya. Jadi tidak berlebihan kalau orang bilang bayi itu adalah duplikasi dari orang tuanya.

Oke-oke, tapi apa kaitannya dengan kesuksesan? Lho ya itu tadi. Toh terbukti bahwa pada akhirnya, bayi-bayi tadi sukses untuk bisa berjalan, bersikap, berbicara sebagaimana yang ia tiru dari sekitarnya.

Dua orang (yang saya anggap) jenius, yaitu Richard Bandler-seorang computer programmer dan John Grinder yang professor linguistik menyadari keampuhan kegiatan mencontek tersebut dalam pencapaian sukses seseorang. Dimulai dari keingin tahuan pak Bandler tentang mengapa sebagian orang bisa sukses dan sebagian lain tidak. Kemudian ia mulai mempelajari perilaku orang sukses dengan memodel (baca: mencontek) apa yang dilakukan orang tersebut. Hasilnya kemudian ia dokumentasikan dengan sebuah kesimpulan bahwa ada beberapa sikap hidup yang sama yang dianut oleh orang-orang sukses itu yang berkaitan dengan apa-apa yang mereka pikirkan (dan kemudian mereka jalankan dalam kehidupan). Penelitian yang dilakukan 2 jenius tadi, kemudian didokumentasikan secara terstruktur, dan kemudian dikenal dunia sebagai ilmu NLP (Neuro Linguistik Programming), yang pada intinya mempelajari bagaimana cara memprogram pikiran, untuk dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Dalam perkembangannya, disiplin ini menjadi dasar pemikiran orang-orang, seperti Stephen Covey, dengan “7 Habit for Highly Effective People”nya. Juga Anthony Robins dengan “Unlimited Power”nya. Untuk Indonesia ada Tung Desem Waringin yang seorang motivator terkenal.

Oke, eN eL Pi, so what? Ya, paling tidak, ada 2 hal yang dapat kita pelajari disini: 1. Bagaimana hal-hal positif dapat dikembangkan dengan melakukan modelling, 2. Sukses itu hanya masalah bagaimana memprogram pikiran kita.

Point 1 mengarah pada sikap mental bahwa jika orang lain bisa melakukan suatu hal, maka orang yang lain lagi pasti bisa melakukan hal yang sama. Yang perlu dilakukan adalah memodel bagaimana orang tersebut melakukan hal itu. Dengan kata lain, agar bisa sukses, kita bisa memodel orang2 sukses dengan meniru apa apa saja (yang positif) dari orang tersebut. Pak Tung (Tung Desem Waringin) mengistilahkannya sebagai ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Masih menurut pak Tung, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, amati dan tiru perilaku sukses beberapa orang, kemudian dimodifikasi sesuai dengan kondisi kita. Hal tersebut sudah dipraktekan beliau jauh saat beliau masih bekerja sebagai kepala cabang dari sebuah bank terkemuka di Indonesia, dimana beliau mampu mengangkat cabangnya dari yang memiliki hasil audit terjelek, menjadi salah satu cabang terbaik. Yang dilakukannya adalah mempelajari apa yang dilakukan oleh cabang2 sukses kemudian ditiru dan dikembangkan sesuai dengan kondisi cabangnya.

Untuk rekan-rekan yang bekerja di kantor cabang, menurut saya ini relevan untuk diaplikasikan di cabangnya masing-masing. Coba lihat 3-4 cabang yang “bagus”. Bisa dilihat dari pencapaian KPI secara umum maupun yang menurut “standard” perbincangan antar cabang dianggap baik. Lihat apa yang dilakukan leader-leader di cabang tersebut, serta kondisi apa yang berlaku disana: gaya kepemimpinan yang diterapkan, pola komunikasi internal cabang maupun dengan “orang-orang kantor pusat”, upaya-upaya kontrol dan yang lainnya. Coba untuk proyeksikan ke dalam operasional di cabang anda masing-masing (tiru dan terapkan). Untuk skala pribadi, silahkan untuk memodel orang yang dianggap sukses, untuk ditiru apa-apa saja yang positif dari orang tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang penting fokus dan konsisten. Ada ungkapan: Energy flows where attention goes. Jika kita fokus pada suatu hal, maka segala daya upaya akan dicurahkan kepada hal tersebut. Dan jika ini dilakukan secara konsisten, maka peluang keberhasilannya akan semakin besar.

Poin ke 2, terkait dengan sukses adalah bagaimana kita memprogram pikiran kita, bagaimana kita menyesuaikan sikap mental kita mengarah pada sukses. Salah satunya adalah tentang cara pandang kita terhadap suatu hal: sikap positif. Kita bisa melihat air setengah gelas sebagai gelas yang setengah kosong atau gelas setengah isi. Bahkan Impossible bisa kita lihat sebagai I’m possible.

Sepertinya kok Cuma permainan bahasa, ya? That’s right. Seperti juga pada pemograman komputer, yang menggunakan bahasa tertentu, demikian pula pemrograman pikiran kita adalah semata pemilihan penggunaan kata (bahasa) dalam pemikiran kita. Bagaimana kita menyikapi hal-hal diluar diri kita adalah semata pilihan kita, yang tercermin dengan bahasa yang digunakan dalam pikiran kita.

Sikap “everything is possible” atau “don’t start with NO”m perlu kita kembangkan. Kadang untuk pihak2 yang diberi tugas untuk membuat sesuatu yang tampaknya impossible itu menjadi possible, terasa nyebelin. Apalagi kalau si pemberi perintah itu tidak terlalu peduli sama prosesnya. Yang penting adalah hasilnya. Kok nggak mau tau ya persoalan dalam mengupayakan possible tadi. Tapi setelah menjalani proses, ada suatu benang merah, yaitu sikap mental kita tersebut. Jangan pernah berfikiran tidak bisa sebelum mencoba melaksanakan dengan segenap kemampuan.

Nah kalau semuanya itu semata-mata soal pilihan kita, daripada hanya berkeluh-kesah dan memandang dunia secara negatif, mengapa tidak kita mulai untuk berfikiran positif, menanamkan benih-benih kesuksesan yang akan terasa manisnya pada saat kita panen nanti. Marilah kita mencontek dari pribad-pribadi yang sukses, agar kita juga bisa terbawa sukses. Ingat, sukses itu adalah hak kita. Kita dilahirkan sebagai akibat dari kesuksesan satu diantara jutaan sel sperma untuk membuahi sel telur, yang kemudian berkembang menjadi janin dan lahir sebagai bayi di dunia, yaitu kita. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menganggap bahwa sukses adalah bagian dari kehidupan kita.

Salam sukses untuk anda semuanya!!! <joe>

07
Jun
09

Tukul, Mario dan Perubahan

Baru sempet lihat lagi acaranya Mario Teguh di tv. Episode kali ini cukup menarik dengan menggandeng Tukul. Menarik, karena Tukul yang “tidak serius” dibawa pada acara motivasi yang “serius”. Memang Tukul tidak maksimal membawakan joke-joke yang biasa dia bawakan, karena memang di acara tersebut, sepertinya tidak ada script-script yang mengarahkan Tukul untuk melawak. Tapi ada sesuatu yang bisa dipelajari dari Tukul. Bahwa dia bisa memanfaatkan hal-hal yang kurang pada dirinya (menurut ukuran orang-orang secara umum), dikembangkan untuk menggapai kesuksesannya. Kita secara umum bisa melihat apa yang ada pada Tukul, menurut standard kebanyakan oran: wajah yang tidak ganteng, nggak bisa bahasa Inggris, pengetahuan yang mungkin dibawah standard pas-pasan. Tapi semua tau belaka kesuksesan seorang Tukul Arwana.

Kalau menurut Mario Teguh, berbahagialah orang yang sedang mengalami titik nadir dalam kehidupannya. Hal ini karena dia tidak bisa mengalami hal yang lebih buruk dari itu. That point can become his tipping point. Titik momentum untuk berubah. Pertama dengan menerima dirinya apa adanya, dan memutuskan untuk berbahagia dengannya. Kemudian tentu dengan memutuskan untuk mulai bertindak. Melakukan sesuatu untuk perubahan yang diinginkannya. Dan orang berubah tidak perlu menunggu untuk memiliki kemampuan lebih, memiliki banyak hal atau menjadi sempurna. Justru dengan mulai melakukan sesuatu untuk membuat perubahan.

Tentang kesempurnaan, justru menurut Mario (intepretasi saya atas ucapannya) kita adalah mahluk sempurna, diciptakan oleh sang pencipta secara sempurna, lengkap dengan kekurangan-kekurangan kita masing-masing. Gading yang sempurna adalah gading yang mempunyai retakan-retakan. Gading yang tidak mempunyai retakan adalah gading acrylic. Bukan gading yang sesungguhnya. Jadi janganlah kita bersembunyi dalam istilah-istilah “manusiawi” dan yang sejenisnya, untuk menutupi kemalasan kita untuk meninggalkan comfort zone, untuk melakukan perubahan. Kita harus menerima “kesempurnaan” kita untuk dimanfaatkan membuat perubahan bagi diri dan lingkungan. Kita tidak perlu sempurna untuk mulai melakukan perubahan. Melainkan, kita harus mulai melakukan perubahan untuk menggapai kesempurnaan hidup. Dengan berusaha.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.